jangan sekali-sekali melupakan sejarah ini merupakan pidato terakhir bung karno terhadap bangsanya, beliau mengingatkan kita supaya belajar dari pengalaman orang terdahulu, supaya tidak menjadi kedelai yang jatuh 2 kali pada lubang yang sama, bukan sejarah menjadih belenguh terhadap hari ini dan hari esok. Cara mempelajari sejarah bukan sekedar menghafal dan mengingat hari-hari yang lalu tapi unruk memaknai apa yang telah terjadi. Hari peringatan atau hari besarpun bukan sekedar untuk mengenang ataupun menoleh kebelakang akan tetapi sebagai pengingat cita-cita apa yang belum tercapai yang dimulai dari introspeksi diri hinga resolusi diri. Hakikatnya kita diberi umur supaya mengetahui batasan kemampuan kita dan sebagai pemacu untuk hidup lebih baik. semakin tua kita seharusnya diimbangi dengan kualitas diri yang semakin baik, karena kita juga mempunyai batas waktu untuk berdiri menyentuh tanah bukan sebaliknya yang makin lama semakin memburuk. peningkatan kualitas diri pun Tuhan telah mempunyai berbagai cara baik dari firmanya maujpun masalah yang diberikan. masalah akan menjadi musibah jika kita sikapi dengan negatif sebaliknya jika kita menghadapi masalah dengan sikap positif maka masalahpun memberikan hikmah ataupun imbalan layaknya batu akik yang digosok dengan amplas baru kelihatan indahnya. oleh sebab itu jadikanlah waktu sebagai amplas yang senatiasa mengosok diri untuk mengali potensi diri maupun organisasi untuk menghasilkan kualitas yang tinggi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar