jangan sekali-sekali melupakan sejarah ini merupakan pidato terakhir bung karno terhadap bangsanya, beliau mengingatkan kita supaya belajar dari pengalaman orang terdahulu, supaya tidak menjadi kedelai yang jatuh 2 kali pada lubang yang sama, bukan sejarah menjadih belenguh terhadap hari ini dan hari esok. Cara mempelajari sejarah bukan sekedar menghafal dan mengingat hari-hari yang lalu tapi unruk memaknai apa yang telah terjadi. Hari peringatan atau hari besarpun bukan sekedar untuk mengenang ataupun menoleh kebelakang akan tetapi sebagai pengingat cita-cita apa yang belum tercapai yang dimulai dari introspeksi diri hinga resolusi diri. Hakikatnya kita diberi umur supaya mengetahui batasan kemampuan kita dan sebagai pemacu untuk hidup lebih baik. semakin tua kita seharusnya diimbangi dengan kualitas diri yang semakin baik, karena kita juga mempunyai batas waktu untuk berdiri menyentuh tanah bukan sebaliknya yang makin lama semakin memburuk. peningkatan kualitas diri pun Tuhan telah mempunyai berbagai cara baik dari firmanya maujpun masalah yang diberikan. masalah akan menjadi musibah jika kita sikapi dengan negatif sebaliknya jika kita menghadapi masalah dengan sikap positif maka masalahpun memberikan hikmah ataupun imbalan layaknya batu akik yang digosok dengan amplas baru kelihatan indahnya. oleh sebab itu jadikanlah waktu sebagai amplas yang senatiasa mengosok diri untuk mengali potensi diri maupun organisasi untuk menghasilkan kualitas yang tinggi.
Rabu, 23 Maret 2016
Selasa, 15 Maret 2016
A. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI CARA BERPIKIR SESEORANG Pragmatis yaitu berpikir secara sepotong–sepotong, mereka tidak dapat melihat secara luas, tidak dapat membuat rencana hidupnya secara panjang. Idealis karena mereka paling paling hanya dapat berangan-angan, segala sesuatu diangan-angankan seperti halnya mereka mengangan- angankan datangnya musim panas. Cara berpikir pragmatis adalah cara berpikir yang paling primitif,agak maju sedikit REALIS, manusia sudah dapat melihat kenyataan-kenyataan secara lebih obyektif, akal manusia berkembang maju.Kemajuan akal, meningkatnya intelegentis juga mempengaruhi caraberpikir seseorang. Cara berpikir anak-anak lain dengan orang dewasa,cara berpikir anak sekolah dasar lain dengan anak-anak sekolah pertama.Di samping memang ada perbedaan yang disebabkan karena perbedaan perbedaan kecerdasan seseorang, pada pokoknya perbedaan tingkat intelegensia. B. PERKEMBANGAN CARA BERPIKIR Di jaman purbakala manusia–manusia primitif berpikir secara pragmatis, agak maju sedikit orang berpikir secara idealis atau IDEALIS PRAGMATIS, kemudian dalam tingkat yang lebih maju orang berpikir secara realis yaitu sudah dapat melihat secara obyektif. Kemudian cara berpikir realis ini berkembang menjadi dua aliran, REALIS PRAGMATIS dan REALIS DIALEKTIS. Pandangan realis dialektis selalu melihat dan mencari hubungan antara persoalan-persoalan yang ada, sehingga dapat mengetahui sebab musababnya sesuatu keadaan atau kejadian sampai mengetahui sebabsebab pokoknya. Realis dialektis terbagi menjadi dua yaitu: REALIS DIALEKTIS UTOPIS dan REALIS DIALEKTIS REVOLUSIONER. Sesudah mengetahui sebab-sebabnya suatu keadaan atau suatu persoalan, maka dialektis utopis tidak tahu bagaimana cara penyelesaiannya. Tidak tahu bagaimana merombaknya. Sehingga hanya mengharap-harap adanya perombakan secara angan-angan, tanpa usaha. Sebaliknya revolusioner sekaligus mengetahui dan melaksanakan adanya perombakan, berusaha secara aktif dan rasionil mengadakan perombakan-perombakan. METODE BERPIKIR A. REALISTIS Realistis di sini yang dimaksud adalah: melihat, berpikir dan bersikap kepada segala sesuatu apabila hal itu memenuhi sebagai: KENYATAAN YANG BENAR DAN KEBENARAN YANG NYATA. contoh. Kita mengakui adanya Tuhan sebagai suatu kebenaran yang nyata dan kenyataan yang benar. Akan tetapi kaum Komunis tidak mengakui adanya Tuhan karena dianggapnya tidak nyata, kenyataan bagi kaum Komunis hanyalah segala sesuatu yang bisa ditangkap oleh panca indera. Sedang kita kecuali itu dapat pula sesuatu yang dapat kita buktikan adanya kenyataaan dengan akal dan pikiran. Kaum Komunis mengatakan bahwa untuk menggerakkan rakyat haruslah rakyat itu dibuat menderita-semenderitanya (baca Wanhoop theoree dalam DBR). Memang ini nyata, tetapi buat kita itu tidak benar. Rakyat dapat kita sadarkan dengan akal pikirannya, rakyat adalah manusia, adalah umat Tuhan, rakyat bukanlah sekedar susunan tulang dan daging. B. DIALEKTIS Dialektis di sini ialah sebab akibat atau sebab musabab adanya sesuatu kejadian atau persoalan pastilah ada sebabsebabnya, sebab itu sendiri pastilah ada sebabnya yang lebih lanjut. Demikian seterusnya sampai kita dapat menemukan sebab-sebab pokoknya. Di dalam kita mencari sebab musababnya itu maka kita akan menemukan adanya: Saling hubungan antara ruang, waktu dan persoalan dan adanya perkembangan/perubahan-perubahan kualitatif menuju kuantitatif dan kuantitatif menuju kualitatif (atau negasi terhadap negasi) yang disebabkan karena adanya perbedaan-perbedaan atau pertentanganpertentangan. 1. Ada Saling Hubungan antara Ruang, Waktu dan Persoalan Di dalam kenyataan-kenyataan alam maka terbukti bahwa tidak ada sesuatu yang berdiri sendiri. Selalu ada hubungan antara benda satu dengan benda yang lainnya. Antara persoalan yang satu dengan persoalan yang lainnya. Antara tempat (ruang) yang satu dengan tempat (ruang) yang lain. Antara waktu dulu, sekarang dan waktu yang akan datang juga ada hubungannya tak dapat berdiri sendiri (kecuali pandangan sempit dari pengikut-pengikut pragmatisme). · Saling Hubungan antara Ruang dan Ruang · Saling Hubungan antara Waktu dan Waktu · Saling Hubugan antara Persoalan dan Persoalan (Materi dan Materi) 2. Adanya Perkembangan-Perkembangan / Perubahan-Perubahan Memang pada hakekatnya di alam ini tidak ada sesuatu yang bersifat abadi, tidak sesuatu yang bersifat kekal (kecuali Tuhan Y.M.E.). Perubahan-perubahan itu dapat bersifat kualitatif, kuantitatif. Kualitatif dan kuantitatif sekaligus maupun perubahan dari kuantitatif menjadi kualitatif dan sebaliknya kualitatif menjadi kuantitatif. Akan tetapi perubahan-perubahan itu adalah perubahan-perubahan yang meningkat. Hukum ini menurut istilah yang mentereng dinamakan Hukum Negasi terhadap negasi. Dan perubahan-perubahan itu disebabkan karena adanya perbedaan-perbedaan atau pertengahan-pertengahan atau tantangan-tantangan atau menurut istilah yang lain adalah hukum-hukum Kontradiksi. · Perubahan – Perubahan Kwalitatif – Kwantitatif Sebutir jagung berubah secara kualitatif menjadi biji atau lembaga, kemudian berkembang secara kuantitatif menjadi sebatang jagung sampai berbuah yang berarti berkembang secara kualitatif dan kuantitatif sekaligus dengan lahirnya biji-biji jagung yang tadinya berasal dari sebutir saja. Demikian juga kalau kita amati masalah perkembanganperkembangan dalam masyarakat. Kekuatan-kekuatan Progresive dalam masyarakat Indonesia pada tahun 1908 mulai berkembang, kemudian karena tekanan pemerintah Kolonial Belanda menjadi susut kembali, akan tetapi mereka-mereka yang tinggal sedikit itu lebih militan dan lebih berpengalaman, kemudian berkembang lagi pada angkatan 1928, kemudian susut lagi karena hantaman jaman dan berkembang lagi dalam kualitatif maupun kuantitatif sampai dapat mengadakan Proklamasi 1945. Satu contoh lagi yaitu sebuah roda, pada suatu saat sebuah titik ada dibawah, kemudian dia akan di bawah lagi sesudah pernah mengalami di atas. Akan tetapi si roda sudah maju, tidak pada tempat semula. · Perbedaan-Perbedaan/Pertentangan-Pertentangan/Kontradiksi-Kontradiksi Air mengalir karena adanya perbedaan tinggi, atau karena adanya perbedaan tekanan. Angin mengalir karena ada beda tekanan. Listrik mengalir karena ada beda potensial. Memang setiap gerakan itu ada karena adanya perbedaan atau pertentangan-pertentangan. · Pertentangan Antagonistis dan Pertentangan Non Antagonistis (Kontradiksi Pokok dan Kontradiksi tidak Pokok) 3.REVOLUSIONER Revolusi artinya menjebol dan membangun. Revolusioner artinya berwatakan dinamis untuk menjebol dan membangun. Revolusioner itu ada dua, yaitu: progresive revolusioner dan retrogresive revolusioner. Yang satu memberikan masa depan yang gemilang sedang yang satu menjerumuskan. Berwatak dinamis, terus menerus mau dan ingin bergerak Terus menerus bergerak menjebol dan membangun. Cara berfikir diatas haruslah digabungkan tidak untuk saling dipisahkan, RoDinDa (Romantisme, Dialektis dan Dinamis) rumusan ini cara paling efektif dalam mengabungkan cara berfikir tersebut, dimulai dari Romantisme yang dimaksud disini adalah hari sebelumnya atau sejarah sebagai landasan berfikir atau sebagai latar belakang dari timbulnya masalah tersebut, Dialektika sebagai proses pengolahan masalah tersebut dengan hukum sebab akibat baik menguraikan hari kemarin maupun hari yang akan dating ingat pribahasa “apa yang kamu tanam itulah yang akan dipanen dan terakhir Dinamis cara berfikirnya berkembang, ini digunakan sebagai patokan bahwasanya pemecahan masalah hendaknya disesuaikan dengan keadaan yang sebenarnya
bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawanya.cara bnetuk menghargai jasa para pahlawan yakni dengan cara meneruskan cita-citanya dalam membangun bangsa ini, mesejaterahkan rakyatnya dan mencerdaskan bangsa ini.\bukan untuk berlomba-lomba mencari kekuasaan dengan tujuan mensejaterahkan diri sendiri, memperbesar perut sendiri dan mempertebal alas tidur dengan cara mengngorbankan kesejateraan orang banyak
Langganan:
Komentar (Atom)

